Book Publishing 101 #Part2

Aaah lama nggak update blog, maaf ya teman-teman semua *bows down* Karena ada satu dan lain hal sampai blog ini terbengkalai nyaris sebulan lamanya /phew

But now I’m back *yay* Dan untuk update pertama setelah sekian lama hiatus saia akan melanjutkan entry mengenai publishing buku 😀

Melanjutkan entry kemarin  kali ini saia akan sharing pengalaman seputar bagaimana mempersiapkan manuskrip atau naskah yang baik untuk dikirim ke penerbit. Seperti yang udah teman-teman ketahui, setiap penerbit punya  syarat dan ketentuan pengiriman naskah yang berbeda-beda (courtesy of Kastil Fantasi on Goodreads) Jadi yang akan saia bahas di sini adalah format standar yang secara umum dapat diterima di penerbit manapun.

Yang pertama harus diperhatikan tentunya adalah ketebalan naskah. Biasanya penerbit akan mencantumkan syarat ketebalan naskah maksimal (atau minimal) yang mereka inginkan. Umumnya yang mereka cantumkan adalah jumlah halaman (100 halaman atau 200 halaman) Nah bagaimana kalau penerbit tidak mencantumkan ketebalan naskah yang mereka inginkan? Maka kita harus menggunakan sistem penghitungan jumlah kata untuk mengatur agar naskah kita tidak terlalu tebal.

Umumnya jumlah kata yang ideal untuk novel adalah 40.000 sampai 50.000 kata. Dengan jumlah kata itu kalian akan mendapatkan sebuah novel standar yang tergolong tipis (sekedar perbandingan saja, semua novel Ther Melian memiliki jumlah kata antara 75.000-80.000 kata) Jadi naskah 40.000-50.000 kata apabila dinovelkan akan memiliki ketebalan setengah dari novel Ther Melian

Apabila naskahmu mencapai 100.000 kata atau lebih, maka apabila dinovelkan ketebalannya mungkin bisa 1.5 kali nya novel Ther Melian ^^; Umumnya penerbit enggan menerbitkan novel setebal itu (apalagi kalau naskah itu dari penulis baru)

Bila itu yang terjadi, kamu bisa mempertimbangkan untuk membagi novelmu menjadi dua volume atau menyederhanakan narasimu dan melakukan editing besar-besaran sehingga jumlah kata dapat ditekan menjadi dibawah 80.000

(sekedar catatan: saia pernah mengalami hal serupa dengan naskah Ther Melian Discord  yang saat itu jumlah katanya mencapai 130.000. Demi alasan kenyamanan membaca saia memutuskan untuk membaginya menjadi dua buku Discord dan Genesis yang masing-masing memiliki 75.000 kata)

Jadi kalian bisa mulai dengan menyelidiki berapa rata-rata tebal novel yang diterbitkan oleh penerbit yang akan kalian tuju. Dari sana kalian bisa memperkirakan jumlah kata minimal dan maksimal yang mereka inginkan. Gunakan parameter itu untuk menyempurnakan naskah kalian sebelum dikirim~

Ok, setelah jumlah kata, hal lain yang perlu diperhatikan adalah formatting dan printing.

Umumnya publisher menginginkan naskah dalam bentuk hardcopy (alias di print) Alasannya untuk memudahkan koreksi dan seleksi naskah. Juga untuk melindungi hak kalian sebagai penulis (Biasanya publisher akan mengembalikan naskah yang ditolak apabila disertai perangko balasan secukupnya. Atau mereka akan menghancurkan naskah agar intellectual rights kalian tidak dilanggar pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab)

Agar naskah kalian tercetak dengan rapi dan untuk menambah nilai presentasi di mata penerbit, pastikan bahwa:

1. Kalian menggunakan margin standar dari Microsoft Word (jangan mengurangi atau menambahkan margin, kecuali memang diminta oleh penerbit dalam prasyarat pengiriman naskah)

2. Gunakan spasi 1.5 (kecuali penerbit meminta format spasi khusus) Ukuran font 12, dan gunakan selalu gunakan font standar Times New Roman. Jangan menggunakan font-font aneh untuk membuat naskah kalian terlihat ‘keren’. Itu adalah tugas tim layouter dan grafis saat naskah kalian akan dicetak nantinya, untuk saat ini cukup pastikan mata editor atau redaksi nyaman saat membaca naskah kalian.

3. Beri pemisah yang jelas antar paragraf. Beri juga pemisah untuk setiap perpindahan chapter, selalu mulai chapter baru di halaman baru. Beri nomor dan judul chapter yang jelas. (Untuk menuliskan nomor dan judul chapter kamu bisa menggunakan font dengan ukuran berbeda, sekitar 22 atau 24)

4. Cobalah untuk melakukan test print sebelum kamu melakukan print hasil akhir yang akan dikirimkan ke penerbit. Mintalah teman-temanmu untuk membaca dan mencari apabila ada kesalahan ketik atau formatting.

5. Print lah satu lembar halaman cover (tidak perlu diberi gambar) Tuliskan judul naskah, nama, dan alamat penulis (beri nomor telepon dan email yang dapat dihubungi) Kamu juga dapat menuliskan logline atau blurb naskahmu di cover naskah. (Mengenai apa itu blurb atau logline dapat dibaca di entry sebelumnya)

Nah selain mempersiapkan naskah, saia juga akan sharing sedikit tips bagaimana menulis loglines yang baik.

Menulis sesuatu yang singkat namun dapat memikat perhatian memang nggak gampang (trust me, I know ^^; ) Saia sendiri butuh banyak latihan, banyak trial and error (loglines Ther Melian saia tulis ulang 10 kali, bahkan lebih, sampai akhirnya dapat yang pas di hati) Satu-satunya cara adalah berlatih-berlatih dan berlatih.

Cobalah membaca logline dari karya2 populer (baik film, buku, serial TV-tapi jangan sinetron yaaa ^^;) atau cobalah menonton film/ membaca buku yang bagus dan susunlah loglines nya, lalu bandingkan dengan loglines aslinya. Apakah logline yang kamu buat sudah mencerminkan kisah, perjalanan karakter utama, dan konflik penting yang hendak disampaikan dalam cerita tersebut?

Berikut beberapa contoh logline dari film-film populer yang saia dapatkan via mesin pencari google

A 17th Century tale of adventure on the Caribbean Sea where the roguish yet charming Captain Jack Sparrow joins forces with a young blacksmith in a gallant attempt to rescue the Governor of England’s daughter and reclaim his ship. (Pirates of The Caribbean)

A young man and woman from different social classes fall in love aboard an ill-fated voyage at sea. (Titanic)

In a world where technology exists to enter the human mind through dream invasion, a highly skilled thief is given a final chance at redemption which involves executing his toughest job to date: Inception. (Inception)

Berikut beberapa pertanyaan yang bisa kalian ajukan kepada diri kalian sendiri saat mencoba menulis loglines

1. Siapa karakter utama cerita kalian? Dan apa yang dia inginkan?

2. Siapa villain/ antagonis utama/ hambatan utama bagi karakter kalian?

3. Apa yang membuat kisah kalian unik? Apa yang membedakannya dengan novel sejenis di pasaran?

Dari jawaban pertanyaan-pertanyaan tersebut, susunlah sebuah loglines dalam satu atau dua kalimat saja. Buatlah beberapa alternatif, cobalah menggabung-gabungkan alternatif tersebut. Jangan buru-buru memutuskan logline, biarkan pikiran kalian beristirahat sebelum memilih logline. Mintalah teman-teman kalian (khususnya yang sudah membaca naskah kalian) untuk membantu merampingkan dan memutuskan loglines terbaik untuk naskah kalian.

Nah yang terakhir yang ingin saia sharing-kan adalah, bagaimana menulis sinopsis yang baik.

Selain loglines, synopsis adalah ujung tombak kalian saat mengirimkan naskah ke penerbit. Dengan ketatnya persaingan, tentunya penerbit akan memilah-milah naskah yang masuk sebelum mulai membacanya bukan?

Sinopsis yang ringkas dan sederhana tentunya akan menjadi pilihan mereka saat menyeleksi apakah naskah kalian layak baca atau nggak. Dalam hal ini, sinopsis dapat menjadi pedang bermata dua bagi penulis. Bisa jadi penerbit memutuskan untuk menolak naskah kalian hanya dari sinopsis atau bisa juga sebaliknya.

Nah, bagaimana supaya sinopsis yang kita kirimkan dapat mengangkat nilai naskah kita di mata penerbit?

Salah satu kesalahan terbesar saia saat belajar menulis sinopsis adalah mencoba menuliskannya dalam gaya reportase. Misalnya:

Awalnya Vrey adalah seorang pencuri anggota gerombolan Kucing Liar, lalu ia dan temannya Aelwen mencoba mengumpulkan sayap Nymph. Setelah itu mereka memulai perjalanan panjang. Kemudian mereka bertemu Rion seorang pemburu harta, selanjutnya mereka bertiga melakukan perjalanan untuk menemukan Burung Api.”

Perhatikan kata-kata yang saia cetak tebal. Penggunaan kata-kata itu membuat sinopsis menjadi datar dan membosankan. Dengan kata lain tidak menarik untuk dibaca. Bandingkan dengan versi final sinopsis yang akhirnya saia gunakan:

“Vrey, seorang pencuri yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keinginannya.  Ia memburu sebuah harta legendaris, Nymph Dress. Dalam pencariannya, Vrey ditemani oleh sahabat baiknya Aelwen, seorang gadis yang menyimpan masa lalu misterius. Dan Rion seorang pemandu yang berpengalaman namun sangat menyukai uang.”

Walaupun menceritakan hal yang sama, namun versi sinopsis kedua ditulis dengan gaya narasi yang lebih menyerupai novelnya sendiri, alih-alih gaya reportase yang monoton.

Pada intinya sinopsis adalah sarana kalian untuk memilah bagian-bagian paling menarik dari naskah kalian lalu menuliskannya kembali secara singkat. Kalian dapat menganggapnya seperti mengedit ulang novel kalian menjadi sebuah cerpen (tanpa dialog dan penjelasan berlebih) Pilih plot terpenting dan bagian-bagian yang paling emosional dalam perjalanan tokoh utama kalian lalu susun kembali dalam sebuah narasi singkat (maksimal 10 halaman A4)

Sebuah sinopsis harus mampu menyampaikan cerita dari naskah kalian secara utuh. Jangan takut memberikan spoiler, dan jangan membiarkan ending dari sinopsis mengantung (dengan harapan editor akan membaca naskah utuh untuk mengetahui endingnya) Sinopsis bukan teaser. Sinopsis adalah sarana untuk membantu publisher memahami keseluruhan naskah kalian dalam 10 halaman atau kurang.

Sebagai penutup sebuah sinopsis yang baik harus mampu menyampaikan tidak hanya cerita yang ingin kalian sampaikan, namun juga dapat menunjukkan bahwa:

1. Kalian memiliki ide yang unik/ original yang kalian sajikan dalam naskah.

2.Kalian memiliki jajaran tokoh atau setidaknya satu tokoh utama yang menarik.

3. Kalian memiliki jalinan plot yang berkesinambungan, dan logis. Plot yang kalian tulis memiliki awal, pertengahan, akhir, dan konklusi yang jelas.

4. Kalian memiliki gaya narasi yang menarik, dan skill menulis yang baik.

Demikian sharing kali ini. Moga-moga tips mengirimkan naskah, menyusun logline dan sinopsis ini berguna. Untuk entry publishing tips berikutnya saia akan bicarakan proses yang terjadi apabila naskah kalian diterima oleh penerbit ^_^

Have a nice weekend and happy writing~

Advertisements

28 thoughts on “Book Publishing 101 #Part2

  1. Kalau dilihat hambatan terbesar itu Loglines dan Sinopsis yah?
    Kalau Loglines aku rasa bisa, tp kl Sinopsis yang harus sampai 10 halaman…
    Rasanya harus berusaha lagi T.T Jadi ragu bisa menerbitkan Eternal-ku… (apalagi diantara kesibukan kantor dan hobby ) >.<

    But anyway, thx untuk usefull tipsnya spt biasa ^^

    • 10 halaman itu maksimal sih, rata2 sinopsis saia tebelnya 8-9 halaman 🙂 kalo terlalu kurang takutnya juga nggak cukup detail untuk meng-capture konfliknya

      • Bagiku sinopsis 1 halaman sdh ckp membunuh –a
        Menuangkan ide menjadi novel mmg menarik, tp menerbitkannya cukup ribet @_@
        Eternal-ku… T.T

  2. hm…. ternyata proses menulis dan menerbitkan novel tuh memang gak gampang ya? Oh ya, untuk selanjutnya, kakak bahas tentang EYD novel dong. Soalnya saya sendiri masih bingung tentang penggunaan EYD yg bener2 tepat. Dan kalau EYD nya ada yang salah, langsung ditolak ama penerbit?

    • susah gampangnya relatif sih, tapi yah emang nggak sekedar berkhayal lalu jadi XD ada proses pemikiran dan proses kreatif yang cukup signifikan, tapi kalo dinikmati ngga terasa beratnya kok 🙂

      EYD ya, saia catat dulu ya, karena jujur saia bukan ahli EYD juga XD XD XD

  3. Informatif, saya malah agak kaget sinopsis bisa mencapai max. 10 halaman. Selama ini saya kira jauh lebih kurang dari itu. Sinopsis yang pernah saya kirimkan max. 2 halaman saja, dan itu jadinya melewatkan banyak hal yang harusnya tercantum. Lain kali, saya jadi bisa punya lebih banyak kebebasan menulis sinopsis, dong. ^_^

    Soal kirim ke penerbit, rasanya Shienny pernah ngomongin tentang penjilidan dalam versi mock-up bukunya sendiri, untuk menarik perhatian penerbit. Care to share the experience? 🙂

    By the way, untuk saran aja, gimana kalau pakai tombol ‘read more’? Supaya browsing di halaman utamanya lebih nyaman. Cheers!

    • yuhuuu Fenny, thanks udah mampir ^o^

      soal sinopsis itu sendiri standarnya aku dapet dari browsing persyaratan2 standar di luar negri, tapi kayaknya 10 itu emang batasan paling masuk akal, kalo 2-3 cuma dapat summary rasanya ^^;

      Soal menjilid, sebenarnya itu oke sih, asal ada dana karena yang pasti butuh dana ekstra utk printing dan soft covernya >.< sedangkan yg banyak kutemui selama ini untuk print standar seluruh halaman naskah aja banyak penulis baru yang merasa berat dan maunya soft copy aja, jadi kupikir mending nggak ku share dalam blog daripada makin banyak yg mundur teratur karena mengira harus bikin mock up buku agar naskahnya diterima ^^

      yg read more, saia cari dulu yah fiturnya ^^; maklum masih newbie XD

      thanks again Fen 🙂

      • Hehe sori shien kalau kepo, tapi perbedaan modal untuk cetaknya jauh ya?
        Kalau cetak untuk mock-up buku gitu, kira-kira berapaan ya? 😀

        Sekedar share soal kirim pake softcopy, aku sebenarnya tembus penerbit karena usaha desperate dan kirim softcopy ke semua penerbit yang menerima fantasi yang kutahu xD it works, karena ternyata banyak dari mereka juga menerima soft copy. Tinggal di protect aja karyanya, dalam bentuk PDF, jadi mereka nggak bisa edit atau copy tanpa consent kita. 🙂

      • Perbedaan modalnya jauh ^^; sekedar catetan aja waktu bikin versi mock up TM saia hampir habis 500k, mungkin juga karena bukunya tebel dan saia minta dalamnya print warna ya *dikeplak* XD

      • Print warna dalemnya??? xD xD
        Wah, iya, 500k sih jauuuh lebih mahal daripada ngeprint hardcopy biasa ya. Mungkin kalau diprint dalam format buklet biasa, terus dijilid ring dengan kaver menarik juga bisa membantu kali ya? hehehe
        Thanks infonya, Shien.

      • yup kalo jilid Ring pastinya jauh lebih ekonomis ^_^ itu mah narsis2 an nya gw ajah udah cape2 bikin ilustrasi warna jadi pengen nongolin semua kan XD

  4. Pingback: Sang Penakluk Naga « Shienny's Rants

  5. Pingback: Book Publishing 101 #Part 3 « Shienny's Rants

  6. kakak, saya mau nanya. Panjang novel saya 95.000 kata nih ><" takuuuuttt….
    Apakah ada baiknya novel saya dipecah jadi dua buku? Takuuuuttt kepanjangan… TTATT
    Mohon pencerahannya ya, kk ^^
    terima kasih ^^

    • tergantung sebenernya, saia gak bisa bilang baiknya dipisah 2 atau diedit dan dipadatkan 🙂 coba kamu minta beberapa beta readermu untuk membaca, lalu kalau sudah tanyakan apakah ada scene2 yg bikin mereka ingin skip (atau bahkan sudah di skip beneran? ^^) apa adegan yang sebaiknya dirampingkan/ dipangkas, atau jangan2 malah menurut mereka akan lebih baik kalau ceritanya dibuat lebih detil lagi? Baru dari situ kamu bisa putuskan sebaiknya dipisah jadi 2 atau dipadatkan. 😉

      • waaah terima kasih pencerahannya, kk. Saya sedang nunggu kabar dari para beta reader saya nih 😀

        oh ya, kk. Kalo pada akhirnya hasil final tetep di atas 90rb kata, apakah memalukan bagi seorang pemula seperti saya mengirimkannya ke penerbit? ^^;
        Terima kasih banyak, kk ^^

      • nggak ada istilah ‘memalukan’ kalau menurut saia, hanya masalah peluang dan perhitungan bisnis aja 🙂 Karena kemungkinan penerbit akan jauh lebih selektif saat melakukan pertimbangan untuk investasi besar bagi penulis baru yang belum dikenal. (naskah semakin gemuk artinya buku semakin tebal kan? buku tebal artinya biaya cetak juga membengkak) Jadi nggak ada salahnya dikirimkan walau jumlah katanya sampai 90rb, tapi pastikan yang kamu kirim adalah yang terbaik yang bisa kamu hasilkan karena seleksinya pun akan lebih ketat ^_^

  7. Waduh balasan kakak nggak masuk ke email saya. Baru cek ke sini, ternyata dah dibales. Hehee ^^;

    Gini, kak. Saya pinginnya jadiin novel saya dua buku. Karena beberapa beta reader saya bilang, alurnya kecepetan kalo semua ceritanya dimuat dalam satu buku tok. Saya kan menekan jumlah kata biar nggak kebayakan. Eeheee
    Masalahnya lagi, saya nggak tau cara mengirim duologi (gitu ya namanya? Ehhee ^^; )
    Kakak bisa kasih saya pencerahan lagi? ^^;
    Terima kasih, kakak ^^

    • Sebenarnya mengirimkan duologi sama aja dengan mengirim naskah biasa kok, pastikan aja manuskrip tercetak rapi dan jelas, jangan lupa pilih penerbit yang tepat, sertakan juga loglines dan sinopsis yang mantap. Sisanya tinggal berdoa dan menunggu ‘jodoh’ dengan penerbit ^_^ Good luck yah~

      • Wah saya musti belajar lebih banyak lagi sebelum berani ngirim deh. Hahahaa…. TTATT
        Okeh, terima kasih ya, Kakak ^^
        Good luck juga buat novel-novel kakak ^_^

  8. kak …
    kakak buat novel begitu dapat royalti brapa kak dari penerbitnya ??
    aku masih pemula nih mau bikin susah banget -_-
    kakak brapa kata dalam 1 novel nya kak ??

    • royalti dari tiap penerbit kisarannya berbeda-beda, mungkin suatu saat topik royalti ini akan saia bahas 🙂

      untuk jumlah kata, tiap penerbit standarnya beda-beda juga, tapi umumnya mulai 40.000-80.000 kata

  9. Kak, emang boleh ngirim sinopsis lebih dari 3 halaman? Aku pernah search di goggle, tapi pada bilang ga boleh lebih dari 3 halaman… mentok-mentok 4 halaman O_O

    • Memang jumlah halaman maksimal sinopsis syaratnya berbeda2 antar penerbit, jadi harus kamu sesuaikan juga dengan penerbit yang kamu tuju :3 kebetulan di penerbit saia dulu masih menerima sinopsis lebih dari 3 halaman 🙂

      • Kalo GPU berapa halaman ya Kak?
        Aku bingung nih bikin sinopsis.. jadinya 4 halaman tapi kayaknya ga bisa diringkas lagi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s