Book Publishing 101 #Part 3

Happy Weekend Everyone ^_^

Kali ini saia ingin melanjutkan entry mengenai Book Publishing. Kalo di entry-entry sebelomnya saia membahas tentang Perbedaan Indie dan Major Publishing serta mengenai Bagaimana mempersiapkan paket pengiriman manuskrip. Sekarang kita akan membahas sedikit mengenai apa yang terjadi kalau naskah kita diterima oleh publisher.

Ok, sebelumnya saia ingatkan dulu bahwa proses ini bervariasi, dan pastinya akan berbeda di setiap publisher. Jadi yang akan saia share di sini adalah murni dari pengalaman pribadi saia saat proses editing Novel Ther Melian di publisher Elex Media.

Awalnya saia mengirimkan sinopsis, cover letter, dan dua chapter pertama dari Ther Melian kepada redaksi novel fiksi Elex. Setelah naskah diterima saia mendapat email dari editor yang ditugaskan untuk menangani naskah tersebut.

Di tahap pertama editor saia (Desy Natalia) membaca dahulu keseluruhan naskah untuk mendapat feelnya. Sambil membaca, dia melakukan editorial ringan, khususnya untuk EYD, dan typo. Untuk editorial yang lebih bersifat struktural (seperti menambahkan, mengurangkan, dan memindahan adegan/ dialog) diketik dengan font warna berbeda untuk dimintakan approval kepada saia. Pada tahap ini editor saia juga memberi note/ catatan-catatan khusus di adegan/ dialog yang dirasa ambigu atau kurang jelas, dengan disertai saran perbaikan.

Setelah selesai, naskah yang sudah diedit dikirimkan lagi ke saia untuk saia baca ulang. Selanjutnya giliran saia yang bekerja keras. Membaca ulang seluruhnya dalam waktu sesingkat mungkin sambil memikirkan revisi-revisi yang perlu dilakukan berdasar catatan dari editor.

Untuk beberapa bagian biasanya saia sejalan dengan editor, dan saia umumnya memakai solusi yang ditawarkan editor atau memikirkan solusi baru yang menurut saia lebih tepat. Tapi ada pula revisi editor yang menurut saia kurang tepat. Nah untuk hal-hal seperti ini, biasanya saia rangkum dalam satu file terpisah untuk didiskusikan secara intens via email sembari saia melanjutkan proses membaca ulang dan merevisi.

Sedikit tips untuk teman-teman yang akan mengirimkan novelnya ke publisher, di tahap ini kita harus belajar untuk fleksibel dan reasonable. Bukan dalam artian menurut saja apapun saran editor, tapi dalam artian mendengarkan masukan mereka. Karena editor berperan sebagai wakil dari pembaca awam yang nantinya akan menikmati karya teman-teman. Kalau seorang editor (yang sudah membaca banyak buku dan mengedit berbagai naskah fiksi baik dalam maupun luar negri) nggak memahami adegan di naskah kita, artinya ada suatu masalah di sana. Entah masalahnya ada pada adegan itu sendiri atau cara kita memaparkan adegan itu. Untuk itu penulis harus berkepala dingin, mencoba menganalisa dan meneliti apa permasalahan yang sebenarnya dikemukakan oleh editor. Setelah menemukan permasalahannya barulah kita mencoba mencari solusi yang dapat menjembatani keinginan teman-teman tanpa mengorbankan kenyamanan pembaca awam.

Ini proses yang cukup ‘alot’ dan berpotensi terjadi gesekan/ perdebatan antara penulis dan editor karena idealisme masing-masing. Untungnya sejauh ini saia nggak pernah berdebat heboh dengan editor saia, mungkin dasarnya selera kita mirip jadi nggak pernah sampai terjadi perbedaan pendapat yang terlalu mencolok dan selalu bisa dicarikan jalan tengahnya.

Setelah diskusi dan revisi selesai, naskah saia kirimkan balik kepada editor. Di tahap ini naskah memasuki proses layout. Pada proses layout novel Ther Melian saia menyertakan semua ilustrasi yang ingin saia sertakan di dalam buku, beserta dengan format penomoran chapter. Setelah seluruh naskah dan gambar terkirim, layout kemudian dikerjakan oleh divisi grafis penerbitan.

Editor lalu mengirimkan  naskah proofread dalam bentuk file .pdf kepada saia. Naskah proofread ini sudah dibentuk dalam format sesuai bentuk novelnya, atau sederhananya ini adalah tampilan dari halaman dalam novel saia nanti saat dicetak. Dan sekali lagi saia harus membacanya, memastikan nggak ada typo (biasanya terjadi typo saat naskah dipindah dari format word ke proofprint) nggak terjadi kesalahan pemenggalan kata, dan peletakan gambar dan tulisan sudah sesuai. Saia lalu mengirimkan daftar typo dan salah ketik yang saia temukan kepada editor.

Proses pemeriksaan proofread ini biasanya dilakukan setidaknya dua kali, kecuali untuk novel Ther Melian pertama dimana proofread nya dilakukan sampai empat kali dan masih aja kelolosan typo seabreg. Untuk proses proofread buku itu ada kejadian unik yang nggak bakal saia lupain…

Jadi ceritanya, waktu itu kebetulan Ther Melian dapat layoutter baru, yang belum pernah menghandle novel, jadinya proses layout pun diulang berkali2-kali karena banyak kesalahan.

Kesalahan yang paling mendasar, layoutter kami salah dalam me-meng-gal kata. Jadi bisa bayangin kan, kata ‘aku’ yang harusnya dipenggal jadi ‘a-ku’ malah dipenggal jadi ‘ak-u’ jadi waktu saia dan editor habis untuk mencari kesalahan penggal kata yang tersebar di empat ratus halaman  >_<;;;

Selain itu kesalahan yang kedua, terjadi pada setiap halaman awal chapter yang ada illustrasinya.  Di Proof read versi pertama, semua teks disitu hilang, proof versi kedua semua ilustrasi hilang @_@ Proof versi ketiga teks ada, TAPI itu teks dummy bukan teks naskah (teks dummy: yang saia cantumkan di file gambar sebagai contoh untuk layouter) Hasilnya jenis font, ukuran, spasi, tata letak, dan konten naskah nggak nyambung dengan halaman selanjutnya.

Akhirnya proofread versi keempat, teks dan illustrasinya ada, tapi peletakan teksnya menabrak gambar, ada juga yang teksnya nggak nyambung sama halaman berikutnya (entah paragraf hilang atau paragraf dobel)

Yah intinya bencana @_@ sehingga buku yang harusnya publish awal Maret 2011 molor sampe akhir April 2011.

In the end, di akhir bulan Maret, saat proofprint ke 5 diserahkan ke kami. Saia, editor, dan proofreader sudah KO karena membaca proofread yang sama berkali-kali.  Bahkan waktu itu saia cuma ngecek apa tampilan halaman awal per chapter udah bener (dengan asumsi halaman dalam yang di proof kemarin-kemarin udah pada dicek dan dibenerin udah nggak salah lagi) ternyata oh ternyata…. masih ada aja typonya XD

Jadi ya, itu sekalian sekilas curcol mengenai proses proofread Ther Melian Revelation ^^

Lanjut lagi, setelah proofread halaman isi disetujui barulah kita beralih ke COVER ^o^   Sebelumnya saia ingatkan dulu, umumnya penerbit sudah memiliki desainer yang bertanggung jawab atas desain novel cover yang akan mereka terbitkan. Jadi bagi teman-teman yang nggak mendalami dunia Ilustrasi maupun desain, worry not. Nggak perlu khawatir, karena mereka yang akan provide desain untuk kalian. Dan sepengetahuan saia penerbit cukup terbuka dalam menerima saran dan masukan teman-teman. Kalau kalian punya saran bagaimana tampilan buku kalian sebaiknya tentunya kalian boleh mengirimkan beberapa referensi desain-desain cover buku yang menurut kalian cocok untuk isi novel dan target market novel. Tapi tentunya keputusan akhir tetap ada di tangan penerbit, karena pada akhirnya mereka juga yang berinvestasi besar pada novel kalian, sehingga tentunya mereka ingin mengemasnya dalam tampilan yang paling menjual.

Oh iya, urusan desain cover ini sebaiknya dibahas belakangan setelah revisi naskah selesai, tujuannya agar kalian sudah paham karakter dan selera penerbit, jadi kalian nggak akan mengajukan desain-desain yang nggak sesuai karakteristik mereka. Plus, setelah proses bolak balik revisi dan diskusi naskah, pastinya kalian juga sudah paham bagaimana cara bernegosiasi dengan editor kalian, kan? Juga jangan karena ribut ngurusin cover akhirnya proses editing dan proofreading jadi berantakan. In the end novel dibeli untuk dibaca, kan? ^_^

Nah khusus untuk Ther Melian, saia pribadi meminta agar urusan desain cover dihandle oleh saia sendiri. Editor pun menyetujui dengan catatan agar desain disesuaikan dengan novel-novel yang genre dan marketnya sejenis dengan Ther Melian. Plus redaksi lah yang akan memberi final decision oke tidak nya desain tersebut. Untungnya (sekali lagi) karena taste saia dan penerbit emang cocok, nggak ada masalah dalam proses ini. Keempat cover Ther Melian sukses diapprove tanpa ada revisi besar dari publisher ^_^

Sama seperti naskah, penulis juga akan mendapatkan proof dari cover sebelum buku naik cetak.

Proof  cover Ther Melian 1 - Revelation

Terakhir setelah isi dan desain cover, barulah saia mengirimkan blurb secara terpisah kepada editor. Blurb ini nantinya untuk diletakkan di cover belakang buku. Untuk blurb prosesnya juga sama dengan naskah, editor akan membaca dan memberi masukan atau langsung merevisi bagian-bagian yang dirasa perlu. Dan setelah semua proses beres, naskah akan masuk percetakan selama lebih kurang sebulan sebelum akhirnya dikirimkan ke toko-toko buku besar di seluruh Indonesia.

Anyway, keseluruhan proses editing diatas makan waktu kira-kira sebulan sampai dua bulan (tergantung tebalnya naskah, load editor, dan kelancaran diskusi, serta kecepatan penulis mengerjakan revisi yang diminta) Ditambah dengan waktu cetak, minimal perlu waktu tiga bulan sebelum naskah kita berubah menjadi buku. Itupun dengan asumsi editor langsung mengerjakan naskah kita begitu kita kirimkan, karena terkadang ada antrian naskah yang harus dikerjakan editor sebelum menyentuh naskah kita (Jadi yang nggak sabar nungguin Ther Melian Recollection, harap maklum ya ^^; antrian editornya Ther Melian lagi banyak TT_TT )

Moga-moga entry kali ini bermanfaat bagi teman-teman dan memberikan sedikit gambaran tentang apa yang akan terjadi setelah naskah kalian diterima oleh penerbit. Kalau ada teman-teman yang punya pengalaman berbeda dengan saia, silahkan berbagi cerita di kolom komentar atau buatlah posting di blog kalian masing-masing, nanti akan saia pasang tautannya di sini (kalau teman-teman bersedia tentunya) ^_^

Advertisements

18 thoughts on “Book Publishing 101 #Part 3

  1. Kalau mmg hrs berurusan dgn editor trs, kyknya lbh gampang kl tinggal 1 kota dengan penerbit/ editornya 1 kota dengan kita yah ^^

  2. Elex itu di jkt kan? Bener, diskusi dgn editor novel enak via email, krn rata-rata mrk memiliki reading comprehensive yg lbh baik daripada listening comprehensive.

    Anyway…. pengisian blog ini aja banyak typo nya ^^

    • iya, lagian yang didiskusikan juga berparagraf2 naskah, lebih efisien kalo kita kopi paste paragraf yg bermasalah sekalian revisinya ke email daripada dibacain di telepon kan ^^

      soal typo: yeah maap kemarin ga sempet di cek langsung di post XD gw edit hari ini deh |||OTL

  3. Pingback: Book Publishing 101 #Part 5 | Shienny's Rants

  4. kakak, mau tanya. Elex aslinya menerima naskah high fantasy gak ya? Kemaren2 naskah saya ditolak hanya karena genre nya high fantasy.
    Tp saya dah baca Ther Melian, dan itu genre nya high fantasy dan itu diterbitkan oleh Elex.

    Sebenernya genre apa aja yg diterima oleh Elex?
    Terima kasih.

      • saya udah pernah nanya, kak. tp malah disuruh ngirim naskahnya aja langsung. dan hasilnya ditolak 😮

      • Kalau begitu, mungkin bisa coba langsung ditanyakan kepada pihak elex alasan kenapa naskah kamu ditolak.

        Maaf saia nggak bisa banyak membantu dalam hal ini, karena status saia hanya penulis lepas di elex, dan saia nggak ikut memutuskan/ mengetahui kebijakan redaksinya 🙂

  5. kak, jika kita sudah mengirimkan naskah dan diterima, apakah ada pemberitahuan semacam surat penerimaan dari elexmedia?

    • Hai Agnes, tentunya kalau naskah sudah diterima penerbit akan memberi kabar 🙂 untuk itu jangan lupa mengetikkan informasi kontak dan data dirimu selengkap mungkin di halaman terakhir/ pertama naskah agar penerbit tidak kesulitan mencarinya saat mereka mau menghubungi nanti 🙂

    • Hai Flora, sebelumnya thanks udah baca serial Ther Melian ^_^ Untuk pemesanan Ther Melian Genesis, kamu dapat langsung membelinya ke penerbit Elex Media melalui email ke: sales.dm@gramediapublishers.com
      Jangan lupa cantumkan juga kode ISBN buku untuk mempercepat proses pemesanan, yaitu 201337703 THER MELIAN: GENESIS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s